Selamat Jalan ibu Ade

Puisi pendek ini adalah persembahan Afonso Arsenio Lopes kepada Ibu Ade Rostina Sitompoel, dibacakan pada acara mengenang Ibu Ade Rostina Sitompoel di Universitas Nasional Timor Lorosa'e (UNTL), "Kampus Merah" Caicoli (dulu UNTIM, di sebelah markas Batalyon 743), 11 Juli 2011.


Selamat jalan

Aku tak mampu mengikuti jejakmu
Sebuah jejak perjuangan tanpa batas
AKu hanya mampu beri:
Bedil penyesalan
Lewat embun titikkan do’a

Afonso Arsenio Lopes
(Front Mahasiswa Timor-Leste)

 

 ........................

 

 

Puisi berikut ditulis oleh Manuel Monteiro (ex-militante RENETIL di Malang) dan Sisto Dos Santos (anggota Front Mahasiswa Timor-Leste), dibacakan oleh Manuel Monteiro pada acara mengenang Ibu Ade Rostina Sitompoel di "Kampus Merah" Universidade Nasional Timor Lorosae (UNTL), Caicoli, Dili (11 Juli 2011), ketika Manuela Leong Pereira yang sedang menyampaikan kenangannya mengenai Ibu Ade tak bisa meneruskan kata-katanya karena menangis terharu.

Sang Bunda Pahlawan Maubere, di Negeri Seberang
(Persembahan untuk Ade Rostina Sitompoel)

Bunda! Disini, kami tidak sendirian…….
Kami tahu, kehadiran Bunda…….
Ada, dan terus ada di tengah-tengah rakyat Maubere
Yang akan terus terukir dalam sejarah Maubere

Kepandaian, keberanian, dan ketulusanmu akan kami abadikan
Kepergianmu satu kehilangan
Tak ada lagi yang bisa mengumpulkan burung-burung dengan nyanyian merdu

Hai Kakatua mengapa begitu cepat
Kau tinggalkan batu nisan
Yang telah kau hantarkan ke HAK dan rakyat Timor-Leste?

Hai Merpati, mengapa kau cepat menjemput Bunda kami?
Dengan kepergian Bunda, ke manakah akan kami bertanya?
Ke manakah akan kami dapat petunjuk?
Apakah ada pengganti?
Tunjukkan kepada kami wahai Merpati…

Tugasmu belum selesai,
Semangat, keberanian dan kegigihanmu tetap hidup bersama kami
Perjuangan panjangmu akan kami teruskan

Kepergianmu, pantas kami menghening
Kepergianmu, pantas kami naikkan bendera setengah tiang

Selamat jalan Bunda ….
Selamat jalan ….
Selamat jalan ….

Dili, 9 Juli 2011

 

 

 

publicado por Eskalabis às 14:16
link do post | comentar